Jumat, 25 Maret 2016

Makalah Tata Bahasa


TATA BAHASA

MAKALAH

Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Bahasa Indonesia

Dosen Pengampu  : H. Encang Haerudin, S.Pd M.Pd





Disusun Oleh Kelompok Tiga (3) :

Aang Kurniawan
Achmad Hadiyallah
Dadan Hamdani


PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH
FAKULTAS SYARIAH

INSTITUT AGAMA ISLAM CIPASUNG (IAIC)
TASIKMALAYA

2014


Kata Pengantar

Puja dan puji syukur selalu kami haturkan kehadirat penguasa seluruh alam yang tiada lain dan tak ada yang lain kecuali Allah SWT. Karena berkat limpahan rahmat, taufik, hidayah, serta inayah-Nya, kami bisa menyelesaikan tugas penyusunan Makalah Bahasa Indonesia dengan judul Tata Bahasa.

Kami selaku penyusun makalah bagaimanapun juga tak bisa memendam ucapan terima kasih kepada Bpk H. Encang Haerudin, S.Pd M.Pd selaku dosen pengampu mata kuliah Bahasa Indonesia yang telah memberikan arahan dan bimbingan dalam penyusunan makalah ini, ke-dua orang tua yang yang tak pernah lelah mendukung kelancaran tugas kami, serta pada teman-teman yang selalu memberikan motivasi demi lancarnya penyusunan makalah ini.

Tak ada gading yang tak retak, begitulah adanya makalah ini masih jauh dari sempurna. Dengan segala kerendahan hati, saran dan kritik yang konstruktif sangat kami harapkan dari para pembaca demi perbaikan dan peningkatan kualitas penyusunan makalah dimasa yang akan datang.

Dan kami berharap, semoga makalah ini bisa memberikan suatu kemanfaatan bagi kami penyusun dan para pembaca serta referensi bagi penyusun makalah yang senada di waktu yang akan datang. Amin.


Tasikmalaya, 04 Desember 2014



Penyusun



DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR..................................................................................... i
DAFTAR ISI................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN............................................................................... 1
A.    Latar Belakang..................................................................................... 1
B.     Rumusan Masalah................................................................................. 1
C.     Tujuan................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN................................................................................ 2
A.    Pengertian bahasa dan tata bahasa....................................................... 2
B.     Pemakaian tanda baca.......................................................................... 3
1.      Tanda Titik Koma (;)...................................................................... 3
2.      Tanda Kurung Kurawal ([ ])........................................................... 3
3.      Tanda Penyingkat (apostrof) (‘)..................................................... 3
C.     Penulisan Huruf Besar/Kapital............................................................. 4
BAB III PENUTUP......................................................................................... 7
A.    Kesimpulan........................................................................................... 7
B.     Saran..................................................................................................... 7
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................... 8






BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Bahasa memiliki peranan penting dalam kehidupan, karena selain digunakan sebagai alat komunikasi secara langsung, bahasa juga dapat digunakan sebagai alat komunikasi secara tulisan, di zaman era globalisasi dan pembangunan reformasi demokrasi ini, masyarakatdituntut secara aktif untuk dapat mengawasi dan memahami infrormasi di segala aspek kehidupan sosial secara baik dan benar, sebagai bahan pendukung kelengkapan tersebut, bahasa berfungsi sebagai media penyampaian informasi secara baik dan tepat, dengan penyampaian berita atau materi secara tertulis, diharapkan masyarakat dapat menggunakan media tersebut secara baik dan benar. Dalam memadukan satu kesepakatan dalam etika berbahasa, disinilah peran aturan baku tersebut di gunakan, dalam hal ini kita selaku warga Negara yang baik hendaknya selalu memperhatikan rambu-rambu ketata bahasaan Indonesia yang baik dan benar. Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah sub. materi dalam ketata bahasaan Indonesia, yang memilik peran yang cukup besar dalam mengatur etika berbahasa secara tertulis sehingga diharapkan informasi tersebut dapat di sampaikan dan di fahami secara komprehensif dan terarah. Dalam prakteknya diharapkan aturan tersebut dapatdigunakan dalam keseharian Masyarakat sehingga proses penggunaan tata bahasa Indonesia dapat digunakan secara baik dan benar.

B.     Rumusan Masalah
Agar lebih memperjelas tentang Tata Bahasa. Maka penulis merumuskan masalahnya sebagi berikut:
  1. Apa pengertian Tata Bahasa
  2. Bagaimana penggunaan tanda baca yang baik dan benar?
  3. Bagaimana penggunaan huruf kapital?

C.    Tujuan
1.      Untuk mengetahui definisi tata bahasa
2.      Untuk memahami penggunaan tanda baca
3.      Untuk mengetahui penggunaan huruf kapital
BAB II
PEMBAHASAN
A.  Pengertian Tata Bahasa
Tata bahasa merupakan suatu himpunan dari patokan-patokan dalam stuktur bahasa. Stuktur bahasa itu meliputi bidang-bidang tata bunyi, tata bentuk, tata kata, dan tata kalimat serta tata makna. Dengan kata lain bahasa meliputi bidang-bidang fonologi, morfologi, dan sintaksis (Keraf, 1994:27).
Tata bahasa adalah studi struktur kalimat, terutama sekali dengan acuan kepada sintaksis dan morfologi, kerapkali disajikan sebagai buku teks atau buku pegangan. Suatu pemberian kaidah- kaidah yang mengendalikan bahasa secara umum, atau bahasa- bahasa tertentu, yang mencakup semantik, fonologi, dan bahkan kerapkali pula pragmatic (Crystal 1987: 422).
            Dari penjelasan di atas dapat kita tarik kesimpulan bahwa:
a.    dalam arti sempit tata bahasa mencakup sintaksis dan morfologi
b.    dalam arti luas tata bahasa selain mencakup sintaksis dan morfologi, juga mencakup semantik, fonologi, dan pragmatik.
Dari sumber lain, kita dapati pula keterangan bahwa tata bahasa adalah suatu pemberian atau deskripsi mengenai struktur suatu menghasilkan kalimat-kalimat dalam bahasa tersebut. Biasanya juga turut mempertimbangkan makna-makna dan fungsi-fungsi yang dikandung oleh kalimat-kalimat tersebut dalam keseluruhan sistem bahasa itu. Pemberian itu mungkin atau tidak meliputi pemberian bunyi-bunyi suatu bahasa (Ricards [et al] 1987: 125).


B.  Pemakaian Tanda Baca
1.      Tanda Titik Koma (;)
a.       Tanda titik koma dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara.
Contoh:
-          Hari sudah larut malam; Intan belum juga datang.
-          Jembatan yang ambruk; masih juga belum diperbaiki.
b.      Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam suatu kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung.
Contoh:
-          Waktu istirahat; anak lelaki main bola; anak perempuan main lompat tali; kejar-kejaran; tapi ada juga anak yang ke perpustakaan.
-          Perang meletus di Iraq; perundingan PBB tak dihiraukan; Sadam Husein mengamuk dengan pesawat pemburu, George Bush kewalahan.
2.      Tanda Kurung Kurawal ([ ])
Tanda kurung kurawal atau siku dalam kaidah bahasa Indonesia dapat dipakai untuk Mengapit penjelasan bagi suatu kalimat yang sudah ditempatkan dalam tanda kurung.
Contoh:
-          (Memerlukan waktu yang agak lama [Memikirkan dan mempertimbangkan] hal itu)
-          Persamaan akuntansi ini (perbedaannya ada di Bab 1 [lihat halaman 38-40]) perlu dipelajari disini.
3.      Tanda Penyingkat (apostrof) (‘)
Tanda apostrof dipakai untuk menunjukkan penghilangan suatu bagian kata
Contoh:
-          Budi bertugas sebagai pembaca pembukaan UUD ‘45
-          Ijinkan ‘ku pergi berperang (‘ku = aku)


C.  Penulisan Huruf Besar/Kapital
1.      Huruf besar/kapital dipakai sebagai huruf pertama pada kata awal kalimat.
Contoh:
-          Belajarlah dengan tekun!
-          Ibu memasak nasi
-          Adik sedang bermain
2.      Huruf besar/kapital dipakai sebagai kutipan langsung.
Contoh:
-          Guru bertanya, “Di mana rumahmu?”
-          Darimana asalmu?” Tanya Tuti.
-          Mungkin dia tidak datang,” kata Risma
3.      Huruf besar/kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan-ungkapan yang berhubungan dengan hal-hal keagamaan, kitab suci, nama Tuhan dan termasuk kata gantinya.
Contoh:
-          Allah
-          Al-Qur’an
-          Islam
-          Yesus
-          Sang Hyang Widhi
-          Budha Gautama
4.      Huruf besar/kapital dipakai sebagai huruf pertama gelar kehormatan, keturunan yang diikuti nama orang.
Contoh:
-          Haji Encang Haerudin
-          Sultan Trenggono
5.      Huruf besar/kapital dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang.
Contoh:
-          Presiden Jokowi
-          Jendral Ahmad Yani
6.      Huruf besar/kapital dipakai sebagai huruf pertama nama orang
Contoh:
-          Elin Anjelita
-          Hero Benar Adilman
-          Uly Siregar
7.      Huruf besar/kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa.
Contoh:
-          bangsa Indonesia
-          suku Sunda
-          bahasa Jawa
8.      Huruf besar/kapital dipakai sebagai huruf pertama nama hari, bulan, tahun, hari raya, peristiwa sejarah, dan sebagainya.
Contoh:
-          Kamis
-          Desember
-          tahun Gajah
-          Idul Fitri
-          Kemerdekaan RI
9.      Huruf besar/kapital dipakai sebagai huruf pertama nama khas dalam geografi.
Contoh:
-          Pantai Losari
-          Lautan Atlantik
10.  Huruf besar/kapital dipakai sebagai huruf pertama nama resmi suatu badan, lembaga pemerintahan, ketatanegaraan, dan nama dokumen resmi.
Contoh:
-          Departemen Dalam Negeri
-          Majelis Permusyawaratan Rakyat
-          Undang-Undang Dasar
11.  Huruf besar/kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata untuk nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan, kecuali partikel, seperti di, ke, dari, yang mana tidak terletak pada posisi awal.
Contoh:
-          Merajut Rahmat Cinta
-          Izdihar
-          Jawa Post
-          Hukum Adat di Indonesia
12.  Huruf besar/kapital dipakai dalam singkatan nama, gelar dan sapaan.
Contoh:
-          Ir (Insinyur)
-          SE.Sy (Sarjana Ekonomi Syari'ah)
-          Ny. (Nyonya)
13.  Huruf besar/kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak, ibu, saudara, kakak, adik, paman, bibi, dan sebagainya yang berfungsi sebagai kata ganti atau sapaan.
Contoh:
-          Kapan Bapak pergi ke luar negeri?
-          Selamat siang, Bu?
-          Bagaimana kabarmu, Dik?

Catatan:
Huruf besar tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan yang tidak dipakai sebagai kata ganti atau sapaan.
Contoh:
-          Kita harus sopan pada bapak dan ibu guru
-          Semua bupati diundang ke istana presiden.




BAB III
PENUTUP

A.  Kesimpulan
Tata bahasa adalah ilmu yang mempelajari kaidah-kaidah yang mengatur penggunaan bahasa. Ilmu ini merupakan bagian dari bidang ilmu yang mempelajari bahasa yaitu linguistik.
Tata bahasa bahasa Indonesia telah diatur dalam buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (TBBBI). Kualitas penerapan tata bahasa yang benar dan tepat masih sangat rendah, hal ini terbukti seperti yang dipraktikkan oleh bangsa Indonesia di media massa maupun saat berkomunikasi di kehidupan nyata dan kehidupan maya.

B.  Saran

Demikian dalam hal ini penulis akhiri makalah ini tak lupa mohon maaf kepada semua pihak, kritik dan saran penulis harapkan demi perbaikan penulisan makalah ini selanjutnya.
















DAFTAR PUSTAKA

BUDIONO, Drs E.Y.D (Ejaan Yang Disempurnakan). Jakarta : Bintang Indonesia
MARHIJANTO BAMBANG, Drs Kamus Lengkap Bahasa Indonesia Masa Kini. Surabaya : Terbit Terang