Kamis, 06 September 2018

Logo Hitam Putih IAIC






INSTITUT AGAMA ISLAM CIPASUNG

Jl. Muktamar NU No. 1 Cipasung, Cipakat - Singaparna

Tasikmalaya 46417 Telp. (0265) 544367




Rabu, 09 Mei 2018

Review Film: 212: The Power of Love, Gerakan Cinta Jutaan Manusia dalam Damai dan Persatuan Umat




Film 212: The Power of Love akhirnya tayang juga. Film yang diangkat dari Novel 212: Cinta Menggerakkan Segala, karya Helvy Tiana Rosa dan Benny Arnas dibuka dengan perseteruan antara Rahmat (Fauzi Baadila) dengan pemred sebuah majalah terkemuka terkait tulisan yang mengundang kontroversi di kalangan pembaca, terutama umat Islam. Hal ini dibuktikan dengan beberapa surat pernyataan tidak suka atas tulisan yang ia buat.
Rahmat, sebagai seorang jurnalis di sebuah media terkemuka tetap berpegang pada ideologinya, bahwa tidak ada yang salah dengan tulisan yang ia buat. Namun tetap saja hal ini menyulut emosi beberapa orang, terutama rekan kerjanya. Hingga pada suatu hari, Rahmat mendapat kabar tentang kepergian Ibunya.
Adin (Adhin Abdul Hakim)—teman dekat Rahmat—ikut terkejut dan berdukacita atas kepergian ibunya. Selanjutnya Rahmat—ditemani Adin—bergegas menuju lokasi kepergian ibunya di sebuah kabupaten di Jawa Barat. Hingga pada saat tiba, perempuan bernama Yasna (Meyda Sefira) langsung berbicara perihal ibunya pada saat Rahmat dan Adin tiba di lokasi.

Kembali Pulang Karena Cinta
Kepergian istrinya menjadi hal wajar menurut Kiai Zaenal (ayah Rahmat), karena hidup hanya titipan Allah Swt., hanya saja kedatangan Rahmat tidak disukai Kiai Zaenal karena ia datang pada saat ibunya meninggal. Hingga akhirnya Kiai Zaenal memberikan sebuah surat peninggalan ibunya yang ditunjukkan untuk Rahmat.
Beberapa hari kemudian, Kiai Zaenal memutuskan akan ikut longmarch menuju Jakarta bersama para jamaahnya, sebagai lanjutan dari aksi bela Islam sebelumnya yang merupakan ungkapan membela Alquran yang telah dinistakan oleh salah seorang aparat pemerintahan pusat.
Aksi yang dilakukannya bukan aksi kekerasan, tapi aksi damai dan bela Alquran. Rencana yang akan dilakukan Kiai Zaenal dan para jamaahnya membuat Rahmat tidak menyukai keputusan ayahnya, karena ia menganggap aksi 212 dan aksi-aksi sebelumnya adalah gerakan politik demi kepentingan kekuasaan. Hingga pada akhirnya membuat Rahmat resah, sebab ayahnya sudah tua dan sering sakit-sakitan. Namun apa daya, Kiai Zaenal tak memperdulikan Rahmat dan bersikukuh untuk melanjutkan aksi 212. Karena kekhawatiran terhadap ayahnya, Rahmat memutuskan mendampingi ayahnya sampai Jakarta.

Pesan Damai dan Menjaga Persatuan

Judul film ini dibilang cukup mencerminkan isi filmnya. 212: The Power of Love benar-benar berisi ‘The Power of Love’, alias kekuatan cinta. Bisa dibilang, 85 persen isi film ini diisi dengan cinta yang dibuktikan dengan beberapa adegan yang menyentuh hati, salah satunya menghormati non-muslim yang berada di sekitar lokasi aksi dengan tidak membuat kerusuhan.
Hal tersebut tak lantas membuat 212: The Power of Love menjadi membosankan, justru sebaliknya, dengan aksi dan tindakan tiap tokoh yang berbeda-beda namun satu arah, yakni rasa cinta—walau berbeda cara—membuat film ini spesial dan layak untuk diapresiasi.

Radikalis Romantis yang Menghidupkan Film

Film arahan Jastin Arimba ini patut diacungi jempol, terutama pada satu scene yang saya sendiri—bisa jadi hal yang sama dirasakan penonton lain—terenyuh, yakni ketika seorang anak perempuan membacakan lantunan ayat suci Alquran dengan sangat merdu. Hal lainnya mengenai humorisnya Adin. Pasalnya, setiap Adin bersikap, selalu saja menjadi gelak tawa para penonton. Apalagi saat si radikalis romantis tersebut bertingkah konyol di hadapan wanita yang menjadi teman Rahmat sejak kecil. Ia bisa dibilang sebagai satu tokoh yang menghidupkan film karena kekonyolannya yang selalu menghibur.
Penampilan Adin yang berbanding terbalik dengan penampilannya bisa dibilang menjadi nilai lebih bagi film ini.

Perjalanan Bapak Tua dan Pasukan Putih

Tiba saatnya film ini memutarkan inti dari makna yang disampaikan. Beberapa masa berkumpul untuk melakukan longmarch ke Jakarta dengan Abrar (Hamas Syahid) sebagai komandannya. Di beberapa adegan film ini begitu menyulut emosi menurut pandangan saya sendiri. Pasalnya perseteruan antara Kiai Zaenal dengan Rahmat tak berhenti sampai di sini.
Pemberitaan aksi ini mulai terlihat di beberapa stasiun televisi. Beberapa jamaah diperkirakan tiba di Monas pada 2 Desember 2016. Pembagian konsumsi oleh beberapa orang kepada peserta longmarch membuat saya sendiri sebagai penonton merasa haru. Kebersamaan dengan rasa kekeluargaan begitu tergambar. Hal ini, saya rasa bisa menjadi momen flashback bagi alumni 212 dengan beberapa cuplikan aksi damai yang luar biasa.

Makna Cinta, Iman dan Perdamaian

Keseruan menonton film ini yang tayang sejak Rabu (9/5/2018), adalah saat menyaksikan berkumpulnya jutaan umat Islam, kebersamaan bertakbir dan momen turun hujan ketika hendak melaksanakan salat Jumat yang sesuai dengan fakta kejadian aksi ini. Beberapa pemain figuran yang diperankan beberapa artis ternama muncul dalam scene ini.
Setelah salat Jumat selesai, Rahmat menemani Kiai Zaenal berziarah ke makan istrinya. Pada akhirnya film ini diakhiri dengan peran tokoh utama yang membuat geli, gelak tawa dan rasa haru. Saya rasa cukup disayangkan film sebagus ini hanya berdurasi 110 menit. Semoga dengan kesadaran masyarakat, kita bisa bersama-sama mendukungnya dengan menonton di awal tayang atau sedekah tiket, serta berkenan membagikan kabar tayang film ini di sosial media dan juga masyarakat diharapkan bisa lebih memprioritaskan menonton film baik di Tanah Air, salah satunya film 212: The Power of Love. Semoga film ini memiliki kelanjutannya dan semakin banyaknya film-film bernilai positif di Tanah Air. Aamiin.




@212movie @bukurepublika
#review212 #putihkanbioskop


Senin, 13 Februari 2017

Review Film: Surga Yang (Tak) Dirindukan 2, Keikhlasan Yang Berujung Surga




Film Surga yang (tak) dirindukan 2, film kelanjutan dari serial pertamanya ini memiliki beberapa kelebihan, hingga beberapa kejutan bagi yang sudah lama menunggu tayang. Tiga tokoh utama masih hadir dalam film ini, sebut saja Laudya Cynthia Bella yang memerankan Arini, Fedi Nuril sebagai Prasetya, serta Raline Shah yang memerankan Meirose. Menjadikan pelengkap, di film ini hadir Reza Rahadian sebagai aktor pemeran Dokter Syarif Kristof, serta para pemain lainnya seperti Sandrinna Michelle Scornicki, Nora Danish, Kemal Palevi, Tanta Ginting, Muhadkly Acho, Keefe Bazli Ardiansyah, David Chalik, Tasya Nur Med, juga Krisdayanti kembali mengisi soundtrack film Surga Yang (Tak) Dirindukan 2.
Hanung Bramantyo sebagai sutradara film Surga Yang (Tak) Dirindukan 2, mengangkat film ini dari karya fenomenal Asma Nadia, dengan MD Pictures sebagai rumah produksi film yang menaunginya. Perbedaan dengan serial pertamanya, film ini memilih shooting di Budapest, sebagai pengenalan kepada masyarakat, khususnya Umat Islam. Bahwa, di Budapest ada jejak kegemilangan Islam. 
Mengapa film ini sangat sayang jika tidak segera ditonton? Karena pesan yang disampaikan mengalir tak menggurui bersama setiap cerita yang berjalan, bukan hanya keutuhan keluarga seperti yang sudah diceritakan dalam film serial pertamanya. Namun, juga tentang masa depan dan cita-cita anak yang diperankan Nadia dengan Putri Sabrinanya. 
Sheila sebagai manager Arini juga setia menemani dalam acara book signing ‘Istana Bintang’ terutama saat memenuhi undangan dan bercerita pada anak-anak pengidap kanker, di sinilah sisi dramatis dimulai. Walau ada rasa perih yang di rasakan Arini saat itu. Amran dan Hartono ikut menemani Pras ke Budapest, dibimbing Panji sebagai pemandu mereka selama di Budapest.


Film Surga (Yang) Tak Dirindukan 2 mengisahkan bagaimana Arini yang dulu tidak menerima kehadiran Meirose. Namun, sejak kejadian yang membawa Pras hingga harus dirawat, menjadikannya Arini ikhlas menerima kehadiran perempuan lain di keluarganya itu. Surga yang dulu tak dirindukan, mengapa sejak pertemuan mereka kembali setelah berpisah bertahun-tahun. Seolah surga itu sekarang sangat dirindukan.
Impian untuk menyatukan kembali Pras dengan Meirose oleh Arini, adalah impiannya. Walau Meirose pun dibingungkan dengan kenyataan akan Dokter Syarif yang ingin meminangnya, padahal, ia punya masa lalu yang kelam, juga hubungan dengan lelaki bernama Pras itu belum terputus. Ada sesuatu yang Arini rahasiakan. Saat ia benar-benar berubah dari Arini yang dulu benar-benar menolak Meirose di kehidupan istananya.
Tantangan terbesar Arini adalah saat ia harus dihadapkan dengan kenyataan hidup yang begitu pelik. Orang-orang tersayang yang tidak boleh mengetahui apa yang menimpanya, menjadikan Arini semakin menjadi-jadi, bukan membaik. Tapi ada harapan yang ia pegang kuat, menyatukan kembali Pras dengan Meirose. Pelajaran dari keikhlasan Arini, yang tetap berjuang dan tidak mau melawan takdir Allah.

Kamis, 12 Januari 2017

KAUS BER-TTD DAN SEBUAH CERITA FILM CAHAYA CINTA PESANTREN




22 Oktober yang diperingati sebagai hari santri nasional, membawa kabar gembira terutama bagi para penunggu film cahaya cinta pesantren (CCP). Dimana pada peringatan hari tersebut, diadakan kontes foto #HariSantri berhadiah uang tunai dan kaus bertandatangan cast film cahaya cinta pesantren untuk 5 orang pemenang. Setelah mengikuti dengan prosedur yang ada. Akhirnya, pada tanggal 08 November 2016, keluarlah lima orang pemenang. Alhamdulillah, walau tak berhasil menjadi pemenang utama, setidaknya bisa jadi pemenang hadiah hiburan dengan reward satu buah kaus bertandatangan cast CCP; Avira (Wirda Mansur), Icut (Vebby. P) dan Shila (Yuki Kato).





Siapa yang tak suka reward, apalagi jika mendapat tandatangan bintangnya, bukan 'Rembulan' seperti yang dikatakan Abu, yang sudah nonton pasti tahu, Heheh.
Selang beberapa minggu, akhirnya dapat kabar film ini akan tayang pada tanggal 12 Januari 2017. Mungkin bagi sebagian mereka yang mondok dan sekolah akan sedikit kecewa karena tahu bahwa film yang mereka tunggu, tayang pada saat waktu libur sekolah usai. Apalagi yang di kotanya belum tayang film ini.

12 Januari 2017
Rencana menonton ini pun akhirnya jadi dengan beberapa pertimbangan sebelumnya. Tak cukup sulit menemukan kawan untuk diajak nonton film ini karena ana sendiri bisa dibilang punya teman hobi nonton yang terbilang cukup. Setelah melihat jadwal di aplikasi resmi ‘Cinema21’ akhirnya film ini tayang di Tasik 21. Ana sendiri harus rela pulang pergi sendiri dan hanya bareng saat di lokasi karena yang kali ini punya jadwal nonton bareng dari kalangan akhwat. Fix, nonton yang show pertama (12.45). Setibanya di lokasi, belum cukup ramai dan begitupun di dalam studio, karena mungkin kami berada pada waktu kerja saat nonton. Jadi, masing cukup lengang. 



STUDIO 4 - TASIK 21
Film dimulai, beberapa adegan pembuka ditayangkan. Shila (Yuki Kato) kecil, terlihat bermain dengan anak laki-laki. Mungkin itu rutinitasnya sebagai perempuan tomboy. Diperkuat saat ia pulang bersama kawan laki-lakinya, Mamanya pun akhirnya ...... (Harus Nonton) :P
Beranjak dewasa, Shila sering membantu ayahnya ke pasar. Atau pun mencari ikan. Semangat dan kedekatan dengan ayahnya semakin erat seiring kebersamaan mereka setiap saat. Memasuki waktu shalat, saat selesai. Ayahnya memberikan sebuah ..... yang ia simpan, yang kemudian diberikan kepada Shila. Terharu, bahagia. Ayahnya adalah orang yang paling ...... dirinya. (Titik-titik terisi sendiri bagi kalian yang sudah nonton, dan akan terisi bagi yang belum nonton) :P
                 Shila mempunyai impian sekolah swasta, karena mahal akhirnya ia harus mengikuti keinginan orangtuanya pergi mondok dengan alasan biayanya lebih terjangkau. Berbalik pendapat, Ayahnya akhirnya.... (Nonton, ye) :P Hhh

Pesantren Al-Amanah – Medan
Diantar Mama dan abangnya, mau tak mau Shila harus patuh walau beberapa cara ia lakukan agar gagal masuk pesantren. Seperti saat ujian masuk, Shila dihadapkan dengan .... (Nonton, Ok) ;D
                 Memasuki asrama, Shila bersama dengan tiga kawan barunya. Aisha (Sivia blink), Manda (Febby blink) dan Icut (Vebby. P) menempati tempat yang disediakan. –adegan berlanjut- Waktu shalat tiba, mereka harus segera memasuki masjid, jika telat ataupun tidak berjama’ah, mereka harus menanggung hukuman dari pihak pesantren. Hal ini terjadi pada ....... (Jadi nonton, ya) :p
                 Jatuh, menatap. Shila salah tingkah saat berpapasan dengan Rifqi (Fachri M) sesuatu yang membuat penonton terbahak-bahak, mengocok perut, ada rasa ..... (Jadiin, nontonnya, ya.. Hahah) :p

Adegan berjalan...
Tuuu...t (Suara kentut, cari jawabannya di film CCP, Ok) :D Suara tersebut berhasil membuat penonton kembali mengocok perut, ada rasa.... :p
                 Jadwal kegiatan harian (Mandi, makan, belajar dan kegiatan lain) diterima para santri, membuat Shila semakin .... obrolan panjang terjadi antara mereka berempat, hingga berakhir pada Shila dan Manda yang melarikan diri dari pondok. Di tengah-tengah adegan penonton dibuat tegang saat mereka berdua ..... lampu merah.... dan akhirnya membuat penonton terbahak-bahak saat tahu mereka berdua turun di tempat .... (Hahah... udah jadiin) :D

Berlangsung...

Shila sering mendapat surat dari Abu (Rizki F), perannya berhasil membuat penonton tertawa. Bukan satu atau dua kali ia mendekati Shila, yang pada akhirnya ia banyak mendapat hukuman maupun teguran dari pihak pesantren.

Berlangsung...
Tapak suci, saat Shila, dkk melihat para peserta yang sedang berlatih, di sana ada Abu dan juga Rifqi. ... Usai latihan Rifqi bertemu dengan Avira (Wirda Mansur), tak disangka, pertemuan mereka membuat Shila, Dkk ...... (Sedang Tayang di bioskop kesayangan anda) :D
                 Shila diberi tugas untuk meliput pertandingan tapak suci antara pesantren Al-Amanah dengan pesantren lain. Abu dan Rifqi sama-sama menjadi peserta dalam pertarungan tersebut, dalam pertandingan, dengan mengangkat budaya lokal, adegan tersebut membuat banyak penonton dibuat kagum. Shila mulai mewawancarai salah satu peserta, yaitu .... (yang nonton pasti tahu, Heheh)

Berlangsung...
Mendapat kabar duka, membuat Shila tak kuasa menahan air mata, penonton lebih banyak dibuat sedih di detik-detik terakhir film ini. Juga saat Icut bercerita mengenai keadaan dirinya. Serta kisah ‘Belanga Air Mata’ bagaimana mereka semua menyimpan air mata hingga kesuksesan Shila menjadi seorang penulis dan persahabatan yang harus berpisah saat semua hati terlanjur menyatu dan kisah lainnya yang membuat penonton tak kecewa usai menonton film ini.



Yuk, ajak keluarga, sahabat, teman, serta orang yang kamu sayangi untuk nonton film ‘Cahaya Cinta Pesantren’ yang tayang sejak 12 Januari 2017 di bioskop kesayangan anda. Aman ditonton semua usia, Insya Allah nilai kebaikannya bisa didapat. Mohon Maaf jika alur tak beraturan ataupun banyak kesalahan. Penulis bercerita langsung dari hasil menonton, dan hanya ingin berbagi kesan setelah menonton film tersebut, Jazakallah Khairan Katsiran.







Jumat, 25 Maret 2016

Makalah Tata Bahasa


TATA BAHASA

MAKALAH

Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Bahasa Indonesia

Dosen Pengampu  : H. Encang Haerudin, S.Pd M.Pd





Disusun Oleh Kelompok Tiga (3) :

Aang Kurniawan
Achmad Hadiyallah
Dadan Hamdani


PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH
FAKULTAS SYARIAH

INSTITUT AGAMA ISLAM CIPASUNG (IAIC)
TASIKMALAYA

2014


Kata Pengantar

Puja dan puji syukur selalu kami haturkan kehadirat penguasa seluruh alam yang tiada lain dan tak ada yang lain kecuali Allah SWT. Karena berkat limpahan rahmat, taufik, hidayah, serta inayah-Nya, kami bisa menyelesaikan tugas penyusunan Makalah Bahasa Indonesia dengan judul Tata Bahasa.

Kami selaku penyusun makalah bagaimanapun juga tak bisa memendam ucapan terima kasih kepada Bpk H. Encang Haerudin, S.Pd M.Pd selaku dosen pengampu mata kuliah Bahasa Indonesia yang telah memberikan arahan dan bimbingan dalam penyusunan makalah ini, ke-dua orang tua yang yang tak pernah lelah mendukung kelancaran tugas kami, serta pada teman-teman yang selalu memberikan motivasi demi lancarnya penyusunan makalah ini.

Tak ada gading yang tak retak, begitulah adanya makalah ini masih jauh dari sempurna. Dengan segala kerendahan hati, saran dan kritik yang konstruktif sangat kami harapkan dari para pembaca demi perbaikan dan peningkatan kualitas penyusunan makalah dimasa yang akan datang.

Dan kami berharap, semoga makalah ini bisa memberikan suatu kemanfaatan bagi kami penyusun dan para pembaca serta referensi bagi penyusun makalah yang senada di waktu yang akan datang. Amin.


Tasikmalaya, 04 Desember 2014



Penyusun



DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR..................................................................................... i
DAFTAR ISI................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN............................................................................... 1
A.    Latar Belakang..................................................................................... 1
B.     Rumusan Masalah................................................................................. 1
C.     Tujuan................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN................................................................................ 2
A.    Pengertian bahasa dan tata bahasa....................................................... 2
B.     Pemakaian tanda baca.......................................................................... 3
1.      Tanda Titik Koma (;)...................................................................... 3
2.      Tanda Kurung Kurawal ([ ])........................................................... 3
3.      Tanda Penyingkat (apostrof) (‘)..................................................... 3
C.     Penulisan Huruf Besar/Kapital............................................................. 4
BAB III PENUTUP......................................................................................... 7
A.    Kesimpulan........................................................................................... 7
B.     Saran..................................................................................................... 7
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................... 8






BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Bahasa memiliki peranan penting dalam kehidupan, karena selain digunakan sebagai alat komunikasi secara langsung, bahasa juga dapat digunakan sebagai alat komunikasi secara tulisan, di zaman era globalisasi dan pembangunan reformasi demokrasi ini, masyarakatdituntut secara aktif untuk dapat mengawasi dan memahami infrormasi di segala aspek kehidupan sosial secara baik dan benar, sebagai bahan pendukung kelengkapan tersebut, bahasa berfungsi sebagai media penyampaian informasi secara baik dan tepat, dengan penyampaian berita atau materi secara tertulis, diharapkan masyarakat dapat menggunakan media tersebut secara baik dan benar. Dalam memadukan satu kesepakatan dalam etika berbahasa, disinilah peran aturan baku tersebut di gunakan, dalam hal ini kita selaku warga Negara yang baik hendaknya selalu memperhatikan rambu-rambu ketata bahasaan Indonesia yang baik dan benar. Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah sub. materi dalam ketata bahasaan Indonesia, yang memilik peran yang cukup besar dalam mengatur etika berbahasa secara tertulis sehingga diharapkan informasi tersebut dapat di sampaikan dan di fahami secara komprehensif dan terarah. Dalam prakteknya diharapkan aturan tersebut dapatdigunakan dalam keseharian Masyarakat sehingga proses penggunaan tata bahasa Indonesia dapat digunakan secara baik dan benar.

B.     Rumusan Masalah
Agar lebih memperjelas tentang Tata Bahasa. Maka penulis merumuskan masalahnya sebagi berikut:
  1. Apa pengertian Tata Bahasa
  2. Bagaimana penggunaan tanda baca yang baik dan benar?
  3. Bagaimana penggunaan huruf kapital?

C.    Tujuan
1.      Untuk mengetahui definisi tata bahasa
2.      Untuk memahami penggunaan tanda baca
3.      Untuk mengetahui penggunaan huruf kapital
BAB II
PEMBAHASAN
A.  Pengertian Tata Bahasa
Tata bahasa merupakan suatu himpunan dari patokan-patokan dalam stuktur bahasa. Stuktur bahasa itu meliputi bidang-bidang tata bunyi, tata bentuk, tata kata, dan tata kalimat serta tata makna. Dengan kata lain bahasa meliputi bidang-bidang fonologi, morfologi, dan sintaksis (Keraf, 1994:27).
Tata bahasa adalah studi struktur kalimat, terutama sekali dengan acuan kepada sintaksis dan morfologi, kerapkali disajikan sebagai buku teks atau buku pegangan. Suatu pemberian kaidah- kaidah yang mengendalikan bahasa secara umum, atau bahasa- bahasa tertentu, yang mencakup semantik, fonologi, dan bahkan kerapkali pula pragmatic (Crystal 1987: 422).
            Dari penjelasan di atas dapat kita tarik kesimpulan bahwa:
a.    dalam arti sempit tata bahasa mencakup sintaksis dan morfologi
b.    dalam arti luas tata bahasa selain mencakup sintaksis dan morfologi, juga mencakup semantik, fonologi, dan pragmatik.
Dari sumber lain, kita dapati pula keterangan bahwa tata bahasa adalah suatu pemberian atau deskripsi mengenai struktur suatu menghasilkan kalimat-kalimat dalam bahasa tersebut. Biasanya juga turut mempertimbangkan makna-makna dan fungsi-fungsi yang dikandung oleh kalimat-kalimat tersebut dalam keseluruhan sistem bahasa itu. Pemberian itu mungkin atau tidak meliputi pemberian bunyi-bunyi suatu bahasa (Ricards [et al] 1987: 125).


B.  Pemakaian Tanda Baca
1.      Tanda Titik Koma (;)
a.       Tanda titik koma dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara.
Contoh:
-          Hari sudah larut malam; Intan belum juga datang.
-          Jembatan yang ambruk; masih juga belum diperbaiki.
b.      Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam suatu kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung.
Contoh:
-          Waktu istirahat; anak lelaki main bola; anak perempuan main lompat tali; kejar-kejaran; tapi ada juga anak yang ke perpustakaan.
-          Perang meletus di Iraq; perundingan PBB tak dihiraukan; Sadam Husein mengamuk dengan pesawat pemburu, George Bush kewalahan.
2.      Tanda Kurung Kurawal ([ ])
Tanda kurung kurawal atau siku dalam kaidah bahasa Indonesia dapat dipakai untuk Mengapit penjelasan bagi suatu kalimat yang sudah ditempatkan dalam tanda kurung.
Contoh:
-          (Memerlukan waktu yang agak lama [Memikirkan dan mempertimbangkan] hal itu)
-          Persamaan akuntansi ini (perbedaannya ada di Bab 1 [lihat halaman 38-40]) perlu dipelajari disini.
3.      Tanda Penyingkat (apostrof) (‘)
Tanda apostrof dipakai untuk menunjukkan penghilangan suatu bagian kata
Contoh:
-          Budi bertugas sebagai pembaca pembukaan UUD ‘45
-          Ijinkan ‘ku pergi berperang (‘ku = aku)


C.  Penulisan Huruf Besar/Kapital
1.      Huruf besar/kapital dipakai sebagai huruf pertama pada kata awal kalimat.
Contoh:
-          Belajarlah dengan tekun!
-          Ibu memasak nasi
-          Adik sedang bermain
2.      Huruf besar/kapital dipakai sebagai kutipan langsung.
Contoh:
-          Guru bertanya, “Di mana rumahmu?”
-          Darimana asalmu?” Tanya Tuti.
-          Mungkin dia tidak datang,” kata Risma
3.      Huruf besar/kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan-ungkapan yang berhubungan dengan hal-hal keagamaan, kitab suci, nama Tuhan dan termasuk kata gantinya.
Contoh:
-          Allah
-          Al-Qur’an
-          Islam
-          Yesus
-          Sang Hyang Widhi
-          Budha Gautama
4.      Huruf besar/kapital dipakai sebagai huruf pertama gelar kehormatan, keturunan yang diikuti nama orang.
Contoh:
-          Haji Encang Haerudin
-          Sultan Trenggono
5.      Huruf besar/kapital dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang.
Contoh:
-          Presiden Jokowi
-          Jendral Ahmad Yani
6.      Huruf besar/kapital dipakai sebagai huruf pertama nama orang
Contoh:
-          Elin Anjelita
-          Hero Benar Adilman
-          Uly Siregar
7.      Huruf besar/kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa.
Contoh:
-          bangsa Indonesia
-          suku Sunda
-          bahasa Jawa
8.      Huruf besar/kapital dipakai sebagai huruf pertama nama hari, bulan, tahun, hari raya, peristiwa sejarah, dan sebagainya.
Contoh:
-          Kamis
-          Desember
-          tahun Gajah
-          Idul Fitri
-          Kemerdekaan RI
9.      Huruf besar/kapital dipakai sebagai huruf pertama nama khas dalam geografi.
Contoh:
-          Pantai Losari
-          Lautan Atlantik
10.  Huruf besar/kapital dipakai sebagai huruf pertama nama resmi suatu badan, lembaga pemerintahan, ketatanegaraan, dan nama dokumen resmi.
Contoh:
-          Departemen Dalam Negeri
-          Majelis Permusyawaratan Rakyat
-          Undang-Undang Dasar
11.  Huruf besar/kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata untuk nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan, kecuali partikel, seperti di, ke, dari, yang mana tidak terletak pada posisi awal.
Contoh:
-          Merajut Rahmat Cinta
-          Izdihar
-          Jawa Post
-          Hukum Adat di Indonesia
12.  Huruf besar/kapital dipakai dalam singkatan nama, gelar dan sapaan.
Contoh:
-          Ir (Insinyur)
-          SE.Sy (Sarjana Ekonomi Syari'ah)
-          Ny. (Nyonya)
13.  Huruf besar/kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak, ibu, saudara, kakak, adik, paman, bibi, dan sebagainya yang berfungsi sebagai kata ganti atau sapaan.
Contoh:
-          Kapan Bapak pergi ke luar negeri?
-          Selamat siang, Bu?
-          Bagaimana kabarmu, Dik?

Catatan:
Huruf besar tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan yang tidak dipakai sebagai kata ganti atau sapaan.
Contoh:
-          Kita harus sopan pada bapak dan ibu guru
-          Semua bupati diundang ke istana presiden.




BAB III
PENUTUP

A.  Kesimpulan
Tata bahasa adalah ilmu yang mempelajari kaidah-kaidah yang mengatur penggunaan bahasa. Ilmu ini merupakan bagian dari bidang ilmu yang mempelajari bahasa yaitu linguistik.
Tata bahasa bahasa Indonesia telah diatur dalam buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (TBBBI). Kualitas penerapan tata bahasa yang benar dan tepat masih sangat rendah, hal ini terbukti seperti yang dipraktikkan oleh bangsa Indonesia di media massa maupun saat berkomunikasi di kehidupan nyata dan kehidupan maya.

B.  Saran

Demikian dalam hal ini penulis akhiri makalah ini tak lupa mohon maaf kepada semua pihak, kritik dan saran penulis harapkan demi perbaikan penulisan makalah ini selanjutnya.
















DAFTAR PUSTAKA

BUDIONO, Drs E.Y.D (Ejaan Yang Disempurnakan). Jakarta : Bintang Indonesia
MARHIJANTO BAMBANG, Drs Kamus Lengkap Bahasa Indonesia Masa Kini. Surabaya : Terbit Terang